Membedah Wilayah Perbatasan Jawa Tengah-DIY

Selasa, 4 September 2018 11:36:19 - Oleh : BG

Biogas: Mengatasi Limbah, Energi Berlimpah

Peserta Pelatihan dari Kemendes PDTT Meninjau Perencanaan di Kulon Progo

Kajian Pembanding Inovasi Daerah dalam Penyusunan Agenda Riset Daerah

Pelatihan Evidence-Based Policy bagi ASN Kulon Progo

Pelatihan Peningkatan Kapabilitas Manajerial Aparatur Bagi Aparatur Desa

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan rapat Koordinasi Wilayah Perbatasan Jawa Tengah-DIY pada hari Senin (03/09) bertempat di Ruang Sermo, Gedung Binangun I, Komplek Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo. Acara tersebut dilaksanakan sebagai ajang koordinasi sekaligus melakukan identifikasi dan mendiskusikan alternatif solusi berbagai isu dan permasalahan serta pengembangan wilayah perbatasan di kedua daerah. Jumanto, S.H (Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat) menyampaikan sambutan Sekretaris Daerah menyebutkan beberapa hal terkait permasalahan perbatasan diantaranya paradigma wilayah perbatasan yang dianggap bagian terluar dari pusat pembangunan, penyepakatan dan penetapan batas wilayah, koordinasi perencanaan pembangunan, dan komitmen pengembangan wilayah perbatasan antar daerah.

Acara ini diawali dengan paparan dari dua narasumber yaitu M. Taufiq Arrahman, S.IP. (Bappeda DIY) dan Djati Setyarini, S.E, M.Si. (Bappeda Jawa Tengah) dan dilanjutkan dengan kelompok dengan dua tema utama yaitu Kelompok I (Bidang Sumberdaya Alam, Lingkungan Hidup dan Pertambangan Energi) dan Kelompok II (Bidang Infrastruktur, Perhubungan dan Ekonomi). Beberapa isu dan permasalahan yang dituangkan dalam notulensi diantaranya terkait permasalahan pertambangan, pencemaran, pengembangan infrastruktur wilayah dan alih fungsi lahan.

Pembahasan terkait dengan wilayah Kabupaten Kulon Progo adalah adanya rencana pembangunan jalur konektivitas Bandara New Yogyakarta International Airport ke Borobudur baik melalui Jalur Bedah Menoreh maupun melalui Sentolo-Dekso- Klangon Borobudur yang melalui wilayah perbatasan. Selain itu juga dibahas rencana pengembangan jalur kereta api yang menghubungkan Bandara NYIA-Yogyakarta-Semarang serta rencana pembangunan Bendungan Bener di Purworejo yang sebagian airnya akan memberikan pasokan ke wilayah Kulon Progo.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak