Kredit Usaha Rakyat Menghadapi Tantangan Masa Depan Permodalan UMKM di Indonesia

Kamis, 5 September 2013 10:01:46 - Oleh : Insan

Fenomena kemiskinan di Indonesia merupakan bahasan yang telah lama menjadi permasalahan klasik dan kompleks untuk dicarikan solusinya.Berdasarkan data statistik terbaru tercatat 12,43 % dari total penduduk Indonesia yakni 230 juta jiwa atau berjumlah 28,6 juta jiwa ( data September 2012 ) berada di bawah garis kemiskinan. Di sisi lain index koefisien Gini meningkat yang berarti tingkat kesenjangan di Indonesia makin lebar yakni tercatat 0,41( tahun 2011 ). Berbagai kajian, studi, sampai praktek dan cara dilakukan untuk mengatasi masalah kemiskinan tersebut dengan banyak perspektif dalam menentukan metode awal penanggulangan kemiskinan supaya berjalan efektif dan efisien.

Selama 68 tahun sejak proklamasi kemerdakaan Indonesia perjuangan untuk mengurangi tingkat kemiskinan masih terus dilakukan.Perjuangan melawan kemiskinan melalui berbagai bidang seperti penyediaan pangan, sandang dan papan sebagai kebutuhan pokok penduduk terus diupayakan. Sampai pada tahun 1990-an mulailah program pendidikan digulirkan pemerintah RI dengan ditandai Program Wajib Belajar 9 Tahun. Bahkan di awal tahun 2000-an dimunculkan ide pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu upaya mengatasi permasalahan kemiskinan yang masih relatif merata baik dari segi kuantitas maupun kualitas di seluruh wilayah RI.

Strategi Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia

Penanggulangan kemiskinan di Indonesia menggunakan sistem 4 klaster yakni :

  1. Klaster bantuan sosial : target bagi penduduk miskin lapisan terbawah dan sudah tidak dapat diberdayakan. ( Program Beras Miskin, program BLT/BLSM,program Beasiswa Miskin );
  2. Klaster pemberdayaan masyarakat : target bagi penduduk miskin yang masih mau dan mampu belajar untuk mengatasi kemiskinannya. ( Kegiatan PNPM-MPd dan MPk, PKK, POSDAYA, Program Keluarga Harapan );
  3. Klaster UMKM : dengan target lapisan masyarakat miskinatau rentanmenjadi miskin dan sudah berdaya serta mempunyai sedikit ketrampilan dan pengetahuan di bidang UMKM. ( Kegiatan kredit perbankan dengan bunga ringan salah satunya program KUR.Program KUR yang salah satunya disalurkan oleh BUMN yakni Bank BRI merupakan program kredit dengan Bungan ringan yakni 1,06 % per bulan;
  4. Klaster program-program pendukung : dimanfaatkan untuk melancarkan kegiatan pembangunan infrastruktur pembangunan kesejahteraan masyarakat.( Kegitan pembangunan perumahan sederhana pembangunan jalan aspal.sarana PDAM dan pipanisasi untuk air bersih ).

Khusus berkaitan dengan program pengentasan kemiskinan dari perspektif ekonomi yakni peningkatan pendapatan masyarakat miskin dan rentan miskin, pemerintah mengeluarkan program Kredit Usaha Rakyat. Program kredit perbankan ini relatif bermanfaat dirasakan masyarakat miskin untuk mengembangkan usaha mikro kecil dan menengahnya. Program KUR Lebih lanjut akan dibahas dalam sub bagian berikut ini.

KUR Sebagai Program Turunan Penanggulangan Kemiskinan

Bermacam strategi pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan,diantaranya melalui program-program pro masyarakat miskin seperti : bantuan beras miskin tiap bulan, Bantuan Langsung Sementara Masyarakat, Beasiswa Siswa Miskin untuk target klaster I. Sedangkan untuk klaster II pemerintah memunculkan kebijakan PNPM yakni kegiatan pembangunan berbasis pada pemberdayaan masyarakat, seperti pembuatan jalan desa, saluran irigasi, pelatihan ketrampilan usaha, dan sebagainya. Sedangkan untuk  program di klaster III pemerintah membuat skema penyaluran bantuan pinjaman modal berbunga ringan untuk masyarakat yang mempunyai usaha mikro, kecil dan menengah. Program ini melatih sekaligus membantu masyarakat mengembangkan bisnisnya mulai dari skala mikro karena plafond maksimal hanya sampai 20 juta rupiah. Dan yang terakhir untuk klaster IV, program yang digulirkan diantaranya perumahan, irigasi, sarana perdagangan, jalan, jembatan dan sebagainya.

Implementasi Program KUR di Indonesia

Sebagai salah satu program pemberdayaan ekonomi mikro kecil dan menangeh KUR merupakan solusi tepat dan efektif. KUR merupakan kisah sukses implementasi financial inclusion di Indonesia  yang mendapatkan apresiasi masyarakat internasional dan diadopsi menjadi best practise penanggulangan kemiskinan di negara-negara berkembang, mengingat sejak  pertama kali diluncurkan pada tahun 2007,  total kredit mikro yang dialirkan kepada masyarakat, utamanya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, telah mencapai Rp 87 triliun atau setara dengan 9,5 miliar dollar AS.

Beberapa landasan hukum yang mendasari Program KUR diantaranya Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2008 tentang Lembaga Penjaminan, Inpres Nomor6 Tahun 2007 tanggal 8 Maret 2007 tentang Kebijakan Percepatan Sektor Riil Pemberdayaan UMKMK guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, Keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian nomor 5 tahun 2008 tentang Komite Kebijakan Penjaminan Kredit/ Pembiayaan bagi UMKMK dan lainnya. Dengan adanya landasan hukum tersebut maka arah kebijakan pemerintah sudah terhitung kuat untuk menjalankan Program KUR di wilayah seluruh Indonesia.

Pada tahun 2012 ini total realisasi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dipastikan melampaui target tahun 2012 yang dipatok Rp30 triliun,  karena sampai dengan  pertengahan Desember 2012  telah mencapai Rp31,623 triliun atau tercapai 105,4%. Diprediksi di tahun-tahun mendatang kebutuhan terhadap permodalan sektor UMKM mengalami kenaikan seiring dengan gerak pertumbuhan penduduk yang bekerja di sektor informal .Sehingga peluang tersebut harus mampu ditangkap sebagai tantangan lembaga penyalur KUR/ perbankan. Dengan makin meningkatnya SDM di Indonesia tentu kegiatan wirausaha akan makin banyak menyerap permodalan yang berasal dari KUR.

Realisasi KUR di Indonesia ini  sangat relevan dengan upaya pemberantasan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat, mengingat financial inclusion ini  dapat menggerakkan  lebih dari 7 juta unit usaha mikro, kecil, dan menengah, yang merupakan mayoritas masyarakat kelas bawah, KUR sekaligus bentuk nyata inovasi financial inclusion di Indonesia.

Implementasi KUR yang berperan sentral dalam menggerakkan  UMKM  dan mampu mendorong berkembangnya sektor riil sebagai tulang punggung mengentaskan kemiskinan masyarakat,  mengingat  nonperforming loan atau kredit macetnya juga rendah,  hal ini sekaligus menunjukkan begitu besarnya potensi pengembangan ekonomi berbasis UMKM dan tingginya tingkat ketaatan terhadap pengembalian pinjaman.

Dengan data berikut : jumlah pelaku UMKM sebanyak 51, 3 juta unit usaha dan mampu menyerap tenaga kerja 90,9 juta pekerja, KUR diharapkan mampu menjadi motor/modal untuk perguliran dan kelancaran usahanya.

Tantangan dan Hambatan Program KUR

Disamping berbagai kisah sukses dari program penyaluran KUR bagi penanggulangan kemiskinan dan penguatan perekonomian mikro, tentu program ini juga menyimpan tantangan dan hambatan sebagai permasalahan yang harus segera diselesaikan. Dimana kegiatan perokonomian masyarakat miskin erat kaitannya dengan UMKM. Ada beberapa permasalahan dari bisnis UMKM ini yakni :

a.    Kemampuan pelaku usaha dengan tingkat sumber daya manusia yang sangat terbatas sehingga diharapkan program KUR ini dapat membina pengetahuan, ketrampilan dan keahlian berbisnis

b.    Dalam hal pengadaan bahan baku sampai jejaring pemasaran umumnya UMKM kurang luas dan strategis sehingga pemerintah dalam hal ini lembaga penyalur KUR dapat membantu proses-proses produksi maupun pemasaran dari sektor UMKM ini

c.    Kemampuan teknologi yang sederhana

d.    Kesulitan dan memenuhi persyaratan kredit perbankan dalam mengatasi permodalan juga pengetahuan perbankan yang sedikit. Sehingga perlu bimbingan dan pelatihan dasar dalam mengelola portofolio keuangan bisnis mereka.

Selama ini sumber kredit untuk permodalan mereka didapat dari : modal sendiri/tabungan pribadi, pinjaman dari keluarga/teman, pinjaman dari renteneir, LKM, dan sebagainya. Artinya dalam mendapatkan modal pengusaha UMKM ini belum bersifat mandiri dan aktif. Mereka masih mengandalkan uluran tangan pihak lain dalam memenuhi permodal mereka. Hal ini akan mengganggu bagi akses kebutuhan modal bisnis UMKM mereka bila membutuhkan tambahan modal sewaktu-waktu.

Kur Kini Dan Prospek Masa Depan UMKM Di Indonesia

Kredit usaha rakyat menjadi salah satu program yang sangat membantu gerak laju perekonomian mikro terutama tujuan mulianya yakni meningkatkan pendapatan masyarakat miskin dan rentan miskin.

Di masa mendatang tantangan dari program KUR ini yakni bisa diakses oleh semua pemilik usaha mikro,kecil dan menengah dengan fasilitas pelatihan dan bimbingan manajemen wirausaha.

UMKM menjadi roda penggerak perekonomian nasional Indonesia yang terbukti tahan banting terhadap badai krisis keuangan di beberapa tahun yang lalu. UMKM diyakini akan menjadi tulang punggung yang kuat dan kokoh karena melibatkan partisipasi aktif secara massal pendudukan Indonesia. Dari hasil penelitian USAID tahun 2010 tercatat ada 53.828.569 orang yang bergerak di sektor UMKM dengan pertumbuhan 2,01 % per tahun, sehingga KUR mempunyai peluang sekaligus tantangan untuk mengakomodasi kepentingan terhadap kebutuhan permodalannya.

Harapan Dan Kondisi Yang Ingin Dicapai Program KUR

Saat ini hanya sebagian kecil saja masyarakat miskin yang berwirausaha mengingat kemampuan SDM maupun sistem bisnis mereka yang belum Bankable. Sehingga dengan adanya program KUR dari pemerintah melalui berbagai bank-bank nasional diharapkan ada pendidikan perbankan maupun pemberdayaan ekonomi mikro kecil dan menengah bagi masyarakat golongan menengah ke bawah.

Target yang ingin dicapai melalui program pemberdayaan masyarakat dengan program KUR ini yakni semua kegiatan bisnis semua skala bisa mengakses permodalan dan semua bisnisnya bersifat bankable.dengan begitu semua arus perputaran barang dan jasa semakin lancar dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


« Kembali | Kirim | Versi cetak